Showing posts with label Tips & Trik. Show all posts
Showing posts with label Tips & Trik. Show all posts

Thursday, February 5, 2015

Anak Susah Tidur di Malam Hari? Coba Lakukan Hal Berikut

www.slate.com
 Anak perempuan saya (12 bulan) selalu tidur pukul 11 malam ke atas. Masalahnya, ia baru bangun pukul 10.00-11.00 besoknya. Bagaimana cara mengubah pola tidurnya?
Anak batita sering bikin tercengang. Mereka menangkap informasi dengan cepat, dan merekamnya dengan super canggih. Perkembangan psikososial dan intelektualnya amat pesat. Tidak jarang, kondisi ini turut berperan pada pola tidur anak. Apa artinya, sih?
Pada usia ini, anak tahu kalau malam hari adalah waktu yang sangat berharga karena papa dan mama ada di rumah. Ia pun mengatur jadwal tidurnya semalam mungkin agar bisa bermain dengan orangtuanya. Bahkan, ia merasa cemas kalau tidur terlalu awal. Jangan-jangan papa dan mama akan ’menghilang’.
Idealnya sih, bayi tidur tidak lebih lambat dari pukul 8 malam, dan tidur selama 10 jam sehari. Jadi, bagaimana menata pola tidurnya?
  • Jangan biarkan ia bangun terlalu siang. Pukul enam pagi, bukalah semua jendela dan biarkan kamar terang benderang dan sinar matahari masuk. Ajak si kecil keluar, beri ASI, lalu jalan-jalan di sekeliling rumah. Awalnya, ia akan mengamuk. Tetapi, setelah beberapa hari, ia akan terbiasa, kok.
  • Jangan tidur terlalu dekat dengan waktu tidur malam.  Sebaiknya, kebiasaan tidur pukul 18.00-19.00 dihapuskan saja. Juga, lebih baik ia tidur selama satu jam antara pukul 10.00-11.00 dan satu jam lagi antara jam 15.00 –16.00.
  • Buat ritual tidur. Pukul 19.30 cuci kaki, cuci tangan, gosok gigi, plus ganti baju. Bacakan buku cerita sambil dipijat. Setelah 30 menit, redupkan lampu dan semua orang tidur. Bila ia terus bermain, ya biarkan saja dan jangan bereaksi. Jika ia menangis, bujuklah dan kembali ’tidur’ (pejamkan mata). Percayalah, anak sangat cerdas. Ia akan cepat belajar dan menyesuaikan diri. Yang penting, butuh konsistensi dan kesamaan sikap dari kedua orang tuanya. Minimal dibutuhkan waktu 2 minggu untuk membuat ritme tubuhnya kembali stabil.

sumber : parenting.co.id

Tuesday, February 3, 2015

Tips Mengenalkan Warna Pada Balita

pic : www.funathomewithkids.com

Baca juga : Manfaat mengenal warna

Berikut tips dan cara menarik mengenalkan warna pada si kecil :

  • Melalui kegiatan mandi atau bermain air. Berikan beberapa tetes pewarna makanan pada air di sebuah wadah atau bak mandi mereka. Sertakan juga beberapa mainan mereka yang mempunyai warna yang sama dan sebutkan. Misal: Wah, airnya berubah jadi warna biru ya de.. warnanya sama ya, dengan warna handuk ade. Warnanya biru juga. Boneka ade juga warna biru ya…
  • Setelah beberapa warna dikenalkan, berikan permainan mencocokkan warna menggunakan benda yang ada di sekitar rumah, misal lego. Tunjukkan  benda merah sambil letakkan di depannya, lalu biru dan kuning. Lalu berikan benda berwarna merah dan minta si kecil letakkan di dekat benda yang berwarna sama. Dengan demikian, orang tua dapat mengetahui sejauh mana anak mengenal warna-warna yang diberikan.
  • Nyanyian yang gembira juga dapat digunakan untuk mengenalkan warna. Setiap kata-kata yang menyebutkan warna, sambil tunjukkan warna yang dimaksud dengan menggunakan kertas berwarna. Seperti lagu ‘Pelangi..pelangi” , “Bendera Merah Putih” dan lain sebagainya.
  • Gunakan waktu bermain di rumah sebagai sarana memperkenalkan anak melalui berbagai stimulus. Bermain ‘ finger paints’ di kertas koran,atau mendekor kamar menggunakan warna yang mereka pilih dan diganti setiap beberapa waktu. Mengikutsertakan mereka dalam kegiatan memasak sambil menanyakan warna wortel atau brokoli yang dipotong, atau juga memberi warna di makanan mereka.
  • Kegiatan sehari-hari di rumah dapat digunakan sebagai kesempatan untuk memperkenalkan warna  pada si kecil. Ketika membiarkan si kecil memilih baju, kita dapat bertanya” Ade, hari ini mau pakai baju warna apa? Oh, Ade mau pakai baju warna merah ini ya? Kalo celananya yang biru ini?” . Dengan pembiasaan ini akan membantu si kecil memilih dan memadupadankan pakaian secara mandiri.
  • Berjalan-jalan di luar rumah merupakan kesempatan yang sangat baik untuk mengenal warna. Gunakan kegiatan outdoor sebagai pengalaman bereksplorasi dengan warna. Menyebutkan nama benda yang dillihat bersama dengan warnanya. Rumput hijau, lampu merah, tiang putih, langit biru, batu hitam, mobil biru.  Setelah beberapa saat, tanyakan benda apa saja yang ia lihat berwarna biru, atau tanyakan warna mobil yang parkir di sebelah mobilnya.
  • Jika ingin mengenalkannya dengan suatu warna baru, gunakan satu hari khusus untuk mengulang-ulang warna itu. Sehingga ia lebih cepat menghafal dan tidak tertukar dengan yang lain.
Tips untuk orangtua

  • Mengenalkan dan mengajarkan warna pada si kecil sebaiknya dilakukan secara bertahap. Kemampuan si kecil dalam menerima suatu informasi baru masih sangat terbatas. Walaupun hal ini akan berkembang sejalan dengan usianya, namun pemberian informasi secara bertahap dalapat membantu pemahaman yang lebih mendalam. Kenalkan satu warna setiap minggunya (bisa lebih cepat tergantung kecepatan anak menangkap dan mengerti suatu warna).
  • Suasana bermain yang menyenangkan penting untuk membangun keingian anak untuk belajar dan bereksplorasi. Berhentilah ketika anak sudah merasa lelah. Bila si kecil merasa nyaman dalam memepelajari sesuatu maka proses belajar mereka dapat berjalan lancar.
  • Bila si kecil salah menyebutkan warna, misalnya ungu menjadi biru, jangan menyalahkannya. Sebaliknya, beritahu nama warna yang benar dengan cara yang menyenangkan.
sumber : disini dan disini
edited by Bayi365


Friday, January 30, 2015

Cloth Diapers A-Z : Tips & Trik Untuk Pemula

pic : viewalongtheway.com

Memutuskan untuk beralih ke Clodi? Bingung harus mulai dari mana ? Simak tips berikut, Moms!

  1. Pelajari jenis-jenis clodi. Clodi apa yang cocok untuk newborn, infant hingga toddler untuk toilet training. Ada clodi dengan One Size, ada pun varian lainnya dengan Multi-Size sesuai berat badan dan usia bayi saat itu. Jenis clodi sendiri banyak macamnya. Untuk mengetahui macam-macam Clodi bisa dilihat disini.
  2. Jangan membeli clodi dengan merk yang sama dalam jumlah banyak sekaligus. Untuk pemula, cobalah satu demi satu merk terlebih dahulu. Karena bisa saja ternyata cutting tidak cocok atau bahkan alergi terhadap material tertentu. Jika sudah cocok, baru putuskan untuk menggunakan merk apa.
  3. Pastikan clodi yang dipilih nyaman untuk anak dan sesuaikan dengan kebutuhan. Pastikan mengganti setiap 4 jam sekali dan jika sudah terkena pup. Untuk malam hari sebaiknya tidak lebih dari 8 atau 9 jam. Berikan kulitnya waktu sesaat untuk bernafas dengan selingan celana pop/celana dalam terutama saat berada dirumah.
  4. Jika ingin lebih berhemat, belilah clodi lokal / clodi second atau buat clodi sendiri. Tips membuat clodi sendiri bisa dilihat disini dan disini.
  5. Atur manajemen waktu penggunaan clodi. Dengan demikian bisa membantu Moms memutuskan berapa clodi yang dibutuhkan. Apakah clodi hanya untuk di malam hari dan bepergian saja sebagai pengganti pospak, atau full digunakan sepanjang hari. Contoh perhitungan pemakaian clodi bisa dilihat disini.
  6. Ikuti petunjuk cara pencucian dan perawatan clodi. Bisa dibaca disini. Dengan demikian, clodi bisa dipakai lama bahkan dilungsurkan ke calon adiknya nanti.
sumber :  http://theurbanmama.com
edited by Bayi365


Wednesday, January 28, 2015

6 Tips Memilih Baby Carrier / Gendongan Bayi


pic : wm13.walmart.com
Jaman dahulu mungkin orang hanya mengenal gendongan kain model jarik yang masih ada sampai sekarang. Namun kini, berbagai jenis gendongan telah beredar di pasaran dengan berbagai variasi model dan harga. Mana yang paling baik untuk si kecil? Tentunya banyak pertimbangan sesuai kebutuhan. Yang pasti, hal-hal berikut perlu menjadi pertimbangan dalam memilih gendongan :

1. Aman

  • Mampu menahan dan menyangga tubuh bayi dengan sempurna.
  • Sesuaikan dengan berat tubuh bayi. Setiap gendongan memiliki kapasitas yang berbeda. Jika tidak sesuai dapatmembahayakan misalnya kain sobek atau tali putus.
  • Jahitan harus kuat dari sisi luar dan dalam.
2. Nyaman
  • Memiliki sirkulasi udara yang baik untuk bayi.
  • Perhatikan bahan yang digunakan apakah panas untuk si bayi dan pemakai.
  • Empuk sehingga bayi merasa nyaman dan betah didalamnya, juga untuk yang menggendong (terutama bagian padding bahu)
  • Bayi dapat menggerakan tangan kakinya dengan mudah dan tidak terganggu
3. Praktis
  • Mudah dipakai / dipasang. Apalagi jika si kecil sedang rewel sementara sulit dan membutuhkan waktu lama untuk memasang gendongan, tentu saja membuatnya semakin rewel.
  • Mudah memasukkan dan mengeluarkan bayi dari gendongan.
4. Sesuaikan dengan usia bayi
  • Bayi usia 0-3 bulan tidak disarankan menggunakan gendongan model duduk karena lehernya belum bisa menopang beban kepalanya. Paling baik untuk usia ini adalah gendongan model tiduran.
  • Beberapa jenis gendongan juga ada yang bisa memposisikan bayi hadap depan/ gendong punggung. Baca dengan jelas usia /berat badan yang disarankan untuk tiap posisi.
5. Sesuaikan dengan Keperluan

Untuk apa dan dimana gendongan tersebut diperlukan? 
  • Misalnya jika masih ASI, carilah gendongan yang memungkinkan bayi bisamenyusu dari dalam gendongan.
  • Jika gendongan sering digunakan di rumah sambil mengerjakan pekerjaan rumah, carilah gendongan yang nyaman dan beratnya didistribusikan secara merata ke tubuh penggendong sehingga tidak cepat pegal.
  • Jika sering keluar rumah, carilah yang ringan dan praktis dibawa bepergian, juga gendongan yang memiliki kantong2 atau pengait tas akan menjadi nilai tambah.
6. Pemeliharaan
  • Apakah bahan gendongan mudah dibersihkan atau dicuci jika kotor? Pemilihan warna juga sebaiknya mempertimbangkan hal ini.
Namun satu hal yang pasti, alangkah baiknya mencoba dahulu sebelum membeli gendongan. Apakah cocok dengan postur tubuh kita dan pas digunakan. Umumnya gendongan buatan negara Barat yang dijual di pasaran ukurannya menyesuaikan postur tubuh mereka, kadangkala ada beberapa gendongan yang jika kita kenakan membuat si kecil seolah2 kelelep saat berada di dalam, ataupun terlalu besar di tubuh kita yang menggendong. 


dari berbagai sumber, edited by Bayi365