Showing posts with label tips memilih mainan bayi. Show all posts
Showing posts with label tips memilih mainan bayi. Show all posts

Friday, January 9, 2015

Permainan Bayi 1-3 Bulan



Di usia 1 bulan, pancaindra bayi mulai berkembang. Untuk itu, pilihlah mainan yang dapat menstimulasi pancaindranya, antara lain:
• Mainan Gantung (Crib Mobile/Cot Toys)
Mainan ini akan berputar jika salah satu bagiannya (berbentuk seperti kunci) diputar, pilihlah yang mengeluarkan bunyi/suara seperti lagu anak-anak dan memiliki paduan warna cerah. Gantung mainan ini di atas boks bayi dengan titik gantung yang harus diperhatikan benar agar penglihatan bayi benar-benar terfokus pada mainan ini. Pasalnya, mainan ini memang membantu bayi menfokuskan perhatian, selain mengenali rangsang visual.
• Mainan Tekstur
Sediakan boneka atau mainan bertekstur lembut, kasar, dan padat. Ukurannya sebesar genggaman tangan bayi. Sentuhkan mainan itu pada lengan bayi, berawal dari bahan yang lembut, lanjutkan dengan bahan yang kasar, lalu padat. Biarkan si kecil memegangnya. Mainan ini membuat bayi merasakan berbagai sensasi berbeda.
• Eksplorasi Wajah/Tubuh
Permainan ini akan membantu bayi meningkatkan kesadaran terhadap tubuhnya sendiri dan orang-orang terdekatnya. Misal, dengan tangan mungilnya, ia mulai mengeksplorasi bagian wajah ayah dan ibu yang dikenali dan diingatnya. Setelah itu, ayah/ibu dapat juga membantu mengenalkan bayi pada tubuhnya sendiri dengan mendekatkan tangannya ke pipinya sendiri, “Adek, ini pipi Adek, ini hidung, ini mata”, dan seterusnya.
• Ekspresi Wajah dan Suara
Perlihatkanlah  aneka ekspresi wajah dan suara yang berbeda-beda untuk mengembangkan kemampuan penglihatan dan pendengaran bayi. Ayah/ibu bisa melakukan gerakan memonyongkan mulut, menggerak-gerakkan hidung, menjulurkan lidah, menguap atau batuk-batuk, mengernyitkan dahi, membuka mulut lebar-lebar, dan memamerkan gigi. Tapi hati-hati, jangan mengeluarkan suara yang terlalu keras atau ekspresi yang teatrikal karena malah membuat bayi kaget lalu menangis ketakutan.
• Mengayuh Sepeda   
Baringkan bayi dan gerakkan kakinya seperti sedang mengayuh sepeda. Lakukan secara perlahan sampai si kecil mengikuti gerakan tangan kita. Diiringi lagu yang nadanya riang lebih baik lagi. Permainan ini mengasah kemampuan motoriknya, sekaligus mengembangkan kemampuan berpikirnya.
• Berguling
Baringkan bayi pada permukaan yang halus/lembut. Pegang kaki dan pahanya pada sisi yang sama, lalu gulingkan ke arah yang berlawanan hingga membentuk gerakan menyilang. Lakukan bergantian dengan bagian tubuh yang satu lagi sambil terus bernyanyi. Permainan ini bisa mengasah kemampuan motoriknya.

Thursday, January 8, 2015

Tips Memilih Mainan Untuk Si Kecil




Anak-anak menyukai berbagai macam mainan, mulai dari lego, replika mobil, puzzle, boneka, dan Barbie. Namun, tidak semua mainan baik untuk anak. Malah, saat ini ada mainan yang berbahaya bagi anak. Contohnya, mainan anak yang ternyata mengandung bahan kimia berbahaya, mainan yang memiliki bentuk tajam sehingga bisa melukai, dan ukuran mainan yang terlalu kecil yang bisa tertelan anak-anak.
American Academy of Family Physicians dan American Academy of Pediatrics merekomendasikan beberapa tips sebagai bahan pertimbangan Anda dalam memilih mainan anak yang aman. Di antaranya:
  1. Membeli mainan anak sesuai usianya. Anda bisa membacanya pada label mainan yang mencantumkan aturan usia tertentu yang dapat dan cocok memainkan mainan tersebut.
  2. Pilihlah mainan dengan ukuran yang cukup besar. Sampai anak berusia setidaknya 3 tahun, mainan sebaiknya berukuran lebih besar daripada mulutnya untuk menghindari kemungkinan tersedak atau tertelan, karena anak-anak di usia tersebut memiliki kebiasaan memasukan apa pun ke dalam mulut.
  3. Hindari memberi anak mainan yang bertepi tajam dan berat, selain dapat melukai anak dan temannya saat bermain.
  4. Menjauhkan mainan anak-anak dari jangkauan bayi atau balita, karena biasanya mainan anak-anak bertekstur keras dan bahaya bagi bayi dan balita.
  5. Membeli mainan yang bisa dicuci supaya kuman atau bakteri yang menempel di mainan bisa hilang. Apalagi bayi atau balita selalu memasukan mainannya ke mulut.
  6. Hindari membeli mainan yang memiliki tali, benang, atau pita dengan panjang lebih daripada 30 cm. Hal ini bisa membahayakan bayi atau anak yang bermain tali atau pita dan bisa menyebabkan benda tersebut terlilit di leher dan mencekiknya.
  7. Hindari mainan senjata yang bisa menembak otomatis. Berbagai macam mainan tembakan biasanya dapat melukai mata jika tertembak.
  8. Hati-hati dengan mainan yang terbuat dari bahan berbahaya. Biasanya mainan terlihat biasa saja dan aman untuk digunakan anak-anak, namun Anda harus memastikan bahwa mainan tersebut tidak dibuat menggunakan bahan kimia yang dapat membahayakan anak Anda.

Mainan memang tidak bisa terlepas dari keseharian anak-anak. Oleh karena itu, orangtua harus mengontrol dan memilih jenis mainan yang dimainkan oleh anak.
sumber : meetdoctor.com


Mainan bayi murah dan aman >> KLIK DISINI