- Mainan yang sebelumnya masih dapat menstimulasi dengan variasinya, contohnya mainan rattle masih dapat tetap dimainkan.
- Drum mainan juga akan semakin melatih koordinasi tangannya. Selain itu, ia juga dapat melatih ritme pukulannya dengan lagu-lagu.
- Buku cerita anak bergambar / tempelan gambar yang sederhana dan kaya warna juga dapat melatih perkembangannya. Sebutkan perlahan nama-nama gambar tersebut sehingga anak menirukannya. Soft book dapat menjadi pilihan karena bahannya yang aman dari kain, warna warni yang mencolok dapat menstimulasi panca indra si kecil.
- Mainan yang berbentuk binatang atau buah-buahan.
- Lego® dan mainan yang dapat disusun. Latihlah anak untuk menyusun mainan balok ke atas.
- Donat susun atau mainan memasukkan cincin-cincin berwarna dengan ukuran yang bervariasi sesuai ukuran dari besar ke kecil
- Kenalkan juga pada berbagai bentuk dan warna. Berikan mainan memasukan bentuk balok ke lubang yang sesuai bentuknya (shape sorter). Manfaat permainan ini dapat mengasah logika, konsep berpikir, serta merangsang motorik dan sensoriknya.
- Bola. Permainan bola disesuaikan dengan besarnya bayi. Berikan bola dengan berbagai ukuran namun jangan yang terlalu kecil yang dapat tersedak dan jangan terlalu besar dan berat sehingga menyulitkan bayi.
- Telepon mainan
- Kertas dan krayon / pensil warna. Biarkan bayi mencoret-coret kertas tersebut walaupun belum berbentuk gambar yang baik.
- Ajak anak bermain di dapur saat ibu sedang memasak. Namun pilih lokasi yang jauh dan aman dari kompor atau barang pecah belah. Berikan sekotak mainan masak-masakan atau benda-benda yang ada di dapur yang terbuat dari plastik untuk bayi mainkan.
Showing posts with label mainan bayi 9 bulan. Show all posts
Showing posts with label mainan bayi 9 bulan. Show all posts
Friday, January 9, 2015
Permainan Bayi 9-12 Bulan
Permainan Bayi 6-9 Bulan
• Bermain Bunyi-bunyian
Kita dapat memperdengarkan aneka bebunyian dari mulut, seperti menggumam bak seekor lebah, mencicit seperti burung, menggelembungkan pipi, membuat suara seperti sirene dan lain-lain. Pengalaman ini memperluas wawasan si kecil mengenai suara. Kontak mata yang dilakukan selama bermain juga membuat bayi menjadi riang dan percaya diri.
• Cilukba
Permainan ini mengusung konsep bahwa objek itu permanen meski tidak terlihat. Ini menyangkut aspek kognitif yang akan berkembang ke aspek emosi bayi. Ia akan belajar bahwa bila ibunya tidak ada bukan berarti menghilang selamanya, sehingga ia tak perlu menangis bila ibunya tidak ada. Kegunaan lain adalah menciptakan kegembiraan dan kedekatan. Bentuk permainan lain yang memiliki konsep sama dengan cilukba adalah bermain sembunyi tangan.
Interaksi dengan orangtua saat melakukan permainan ini juga bermanfaat untuk mengenalkan intonasi suara dan kata-kata baru. Selain juga, bayi belajar urutan, misalnya orangtua setelah menutup muka lalu membukanya sambil berseru, "Baaa….” Aktivitas ini akan membuatnya gembira. Bila bayi bisa meraih tangan/benda yang digunakan untuk menutup muka, biarkan ia meraihnya karena bermanfaat untuk mengajarinya mengenal tekstur maupun aneka bentuk.
• Memanjat
Paling aman dengan memanjat tubuh orangtua. Lakukan di atas kasur yang empuk sambil berbaring atau duduk. Bisa juga menumpuk beberapa guling dan bantal sebagai lintasan yang harus dilaluinya. Dari permainan ini, bayi belajar keseimbangan tubuh, koordinasi tangan dan kaki serta kekuatan otot; mengenal konsep maju-mundur, atas-bawah; belajar mendengarkan instruksi; dan latihan percaya diri.
• Menara Donat
Pemberian stacking toys (mainan menyusun gelang-gelang pada tiang/menara donat) akan bermanfaat untuk melatih kemampuan koordinasi mata-tangannya.
• Mainan Merangkak
Ada beberapa mainan yang dirancang menstimulasi bayi belajar merangkak, seperti mainan berupa binatang dan bertali. Nah, saat bayi hendak menggapainya, perlahan orangtua menariknya. Demikian seterusnya, tetapi berikan kesempatan juga kepada bayi untuk meraih mainan itu agar ia tidak frustrasi. Jika mainan ini tidak ada, orangtua bisa menggunakan bola atau mainan menarik lainnya. Gulirkan bola/mainan di depannya untuk dikejar dengan cara merangkak. Saat merangkak, bayi juga belajar koordinasi antara tangan, kaki dan mata. Berikan tepuk tangan bila bayi berhasil menangkap bola/mainan itu.
• Menjatuh-jatuhkan Benda
Mulai usia 8—9 bulan, bayi suka melempar dan menjatuh-jatuhkan benda. Sediakan beberapa mainan/benda yang tak mudah pecah bila dilempar/dijatuhkan, sebaiknya yang menimbulkan bunyi. Permainan ini akan mengembangkan kemampuan kognitif bayi karena ia belajar tentang hubungan sebab-akibat. Bayi akan menyadari, setiap benda (yang dijatuhkannya) berbeda-beda, baik bentuk maupun warnanya. Dengan dilempar/dijatuhkan, benda-benda yang berbeda tadi pasti akan mengeluarkan bunyi, ada yang cukup keras, tapi ada juga yang pelan. Semakin banyak ia mengamati kejadian di sekitarnya, semakin bertambah luas.
Subscribe to:
Posts (Atom)

